Bagaimana AI Mengubah Kampanye Pemasaran di Tahun 2025: Tren dan Wawasan
Brief news summary
Pengiklan dengan cepat mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam pemasaran, melangkah dari analisis data dasar ke penggunaan yang lebih maju seperti strategi media, optimisasi bidding, dan pengelolaan kampanye secara real-time. Pada tahun 2025, 46% pemasar berencana memanfaatkan AI untuk tujuan tersebut. Meski analisis data AI tradisional sedikit menurun, bidang seperti optimisasi kreativitas dinamis (40%) dan aktivasi kampanye (41%) berkembang dengan pesat. AI juga mendukung penarikan ringkasan ringkas media (31%) dan merevolusi pembuatan konten—lebih dari 57% pemasar mengharapkan AI mengubah penyusunan iklan dan mempercepat pembuatan berbagai versi, meningkatkan kelincahan. Selain itu, AI menyempurnakan penargetan audiens melalui segmentasi yang tepat, dengan 41% pemasar menggunakannya untuk meningkatkan personalisasi dan keterlibatan. Sekitar 21% memanfaatkan AI untuk menyederhanakan alur kerja, meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya. Adopsi luas ini di seluruh strategi, kreativitas, penargetan, dan operasi menyoroti peran vital AI dalam pemasaran kontemporer. Mengadopsi AI menjadi semakin penting bagi pemasar yang ingin berinovasi dan mempertahankan keunggulan kompetitif di lingkungan digital yang terus berkembang.Pengiklan semakin meluas penggunaan alat kecerdasan buatan (AI) dalam kampanye pemasaran mereka, melampaui analisis data tradisional, menurut laporan terbaru dari DoubleVerify. Laporan ini menyoroti tren yang semakin berkembang di kalangan pemasar untuk mengintegrasikan AI lebih dalam ke berbagai aspek perencanaan, pelaksanaan, dan pengoptimalan kampanye, mencerminkan dampak transformasional AI terhadap lanskap pemasaran. Memandang ke masa depan hingga 2025, hampir setengah dari pengiklan—46%—berencana menggunakan AI untuk merancang strategi media. Ini menandai peningkatan sedikit dibandingkan angka tahun 2024, menunjukkan tren kenaikan yang stabil dalam mengadopsi AI untuk perencanaan strategis. Selain pengembangan strategi media, proporsi yang sama dari pemasar bertujuan memanfaatkan AI untuk optimisasi penawaran dan penyesuaian rencana selama pelaksanaan, menekankan pentingnya AI dalam penyempurnaan kampanye secara waktu nyata dan pengambilan keputusan investasi. Menariknya, ketergantungan pada AI untuk analisis data menunjukkan penurunan yang modest, dengan 40% pemasar berencana menggunakan AI untuk tujuan ini pada tahun 2025, turun dari 43% pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun analisis data tetap penting, para pemasar memperluas peran AI ke dalam aplikasi yang lebih dinamis dan kreatif. Pemasar semakin mengadopsi AI untuk optimisasi kreatif dinamis, dengan 40% berencana menggunakan alat AI untuk menyesuaikan dan meningkatkan konten iklan secara responsif berdasarkan perilaku konsumen. Aktivasi kampanye juga menunjukkan penggunaan AI yang signifikan; 41% pemasar menggunakan AI untuk memulai dan mengelola kampanye secara efisien. Selain itu, 31% memanfaatkan AI untuk merangkum brief media, memungkinkan pemahaman dan pelaksanaan arahan kampanye dengan lebih cepat. Adopsi AI sedang mengubah penciptaan konten dalam tim pemasaran. Lebih dari 57% pemasar memperkirakan dampak besar dari AI terhadap pembuatan konten, terutama dalam menyusun materi dan menghasilkan berbagai variasi iklan.
Hal ini mempercepat siklus produksi dan memungkinkan penyesuaian yang lebih gesit terhadap umpan balik pasar, meningkatkan aspek kreatif dari periklanan. Penargetan dan segmentasi audiens semakin terbantu oleh bantuan AI. Sekitar 41% pemasar menggunakan AI untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan audiens dengan lebih tepat, memungkinkan konten yang sangat personalisasi sehingga resonan dengan kelompok konsumen tertentu. Personalisasi ini meningkatkan tingkat keterlibatan dan memaksimalkan efektivitas iklan. Selain konten dan penargetan, AI juga meningkatkan efisiensi internal dalam departemen pemasaran. Sekitar 21% pemasar memanfaatkan alat AI untuk menyederhanakan alur kerja dan proses, yang menghasilkan penghematan biaya dan percepatan pelaksanaan kampanye. Dengan mengotomatisasi tugas rutin dan mengoptimalkan operasi, AI meningkatkan produktivitas secara keseluruhan dan membebaskan pemasar untuk fokus pada upaya strategis dan kreatif. Perluasan penggunaan AI dalam pemasaran menandai perubahan mendasar dalam cara pengiklan mengelola kampanye. Integrasi alat berbasis AI di seluruh fungsi—mulai dari perencanaan strategis dan penawaran, hingga optimisasi kreatif dan manajemen alur kerja—menunjukkan fleksibilitas dan pentingnya AI yang semakin meningkat. Seiring perkembangan teknologi AI lebih lanjut, perannya dalam pemasaran diperkirakan akan terus bertambah, memungkinkan pemasar untuk berinovasi, mengoptimalkan, dan mempersonalisasi kampanye dengan lebih efektif dari sebelumnya. Tren ini menyoroti pentingnya para profesional pemasaran untuk beradaptasi dan memanfaatkan kemampuan AI demi mempertahankan keunggulan kompetitif dalam lingkungan iklan yang semakin digital dan berbasis data. Sumber: emarketer. com
Watch video about
Bagaimana AI Mengubah Kampanye Pemasaran di Tahun 2025: Tren dan Wawasan
Try our premium solution and start getting clients — at no cost to you