Investor harus memperhatikan pepatah bahwa mereka yang tidak belajar dari sejarah ditakdirkan untuk mengulanginya, terutama di lingkungan pasar saat ini di mana saham mencapai rekor tertinggi baru dan antusiasme tinggi. Gelembung teknologi tahun 2021 menjadi contoh baru-baru ini, dengan saham diperdagangkan pada valuasi yang berlebihan. Saham Cloudflare, misalnya, mencapai valuasi 114 kali penjualan tetapi sejak itu turun secara signifikan. Penting untuk membedakan antara saham yang undervalued dan overvalued dalam ledakan AI saat ini. Amazon, meskipun nilai sahamnya sedikit turun setelah laporan pendapatan kuartal kedua, dianggap sebagai investasi bernilai bagus. Sebagian besar keuntungannya berasal dari Amazon Web Services (AWS), yang mengalami pertumbuhan penjualan yang dipercepat.
Dengan tren positif dalam AI dan undervaluasi historis, Amazon dipandang sebagai investasi bernilai jangka panjang. Di sisi lain, Arm Holdings dan Palantir telah melihat valuasinya meningkat secara signifikan karena ledakan AI. Arm Holdings, perusahaan yang merancang semikonduktor, memiliki potensi pertumbuhan yang kuat tetapi saat ini diperdagangkan pada kelipatan tinggi. Palantir, perusahaan analitik data, juga memiliki valuasi premium yang mungkin tidak memberikan banyak ruang untuk kesalahan. Meskipun AI menawarkan peluang menjanjikan, investor harus tetap mempertimbangkan valuasi. Di antara perusahaan-perusahaan ini, hanya Amazon yang saat ini dipandang sebagai investasi yang menarik.
Menilai Valuasi Saham di Tengah Ledakan AI: Amazon, Arm Holdings, dan Palantir
TechSmith Corporation, pemimpin terkemuka dalam komunikasi visual, telah merilis Studi Penonton Video 2024, sebuah laporan komprehensif yang meneliti keterlibatan dan preferensi penonton global terhadap video instruksional dan informatif.
Sinopsis Kecerdasan buatan (AI) sedang mengubah tim penjualan di India, memberdayakan tidak hanya eksekutif tetapi juga staf garis depan
Pada bulan Juni 2025, Meta Platforms Inc.
ByteDance merilis Seedance 2.0 kurang dari seminggu yang lalu, memicu kemarahan di kalangan artis di seluruh dunia dengan sebuah klip viral yang dihasilkan AI yang menampilkan Tom Cruise dan Brad Pitt bertarung.
Situasi ideal bagi pekerja kantor adalah cukup dengan menekan sebuah tombol pada perangkat yang dapat merekam rapat, menyalin percakapan, dan mengubahnya menjadi tugas yang dapat diambil tindakan.
Microsoft secara resmi mengintegrasikan asisten yang didukung AI, Copilot, ke dalam Microsoft Office Suite yang sangat populer, menandai kemajuan besar dalam interaksi pengguna dengan perangkat lunak produktivitas.
Seedance 2.0 adalah model canggih yang mengubah gambar menjadi video dan teks menjadi video yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi ByteDance.
Launch your AI-powered team to automate Marketing, Sales & Growth
and get clients on autopilot — from social media and search engines. No ads needed
Begin getting your first leads today