Pemasaran sedang mengalami transformasi struktural besar yang diperkirakan akan berlangsung hingga tahun 2026, dengan agen AI otonom yang akan menggantikan model tradisional berbasis kampanye. Merek sedang beralih dari eksperimen dengan AI generatif ke adopsi sistem AI agensi secara penuh yang menangani operasi pemasaran secara end-to-end, menurut laporan industri terbaru. Dalam 12 hingga 24 bulan ke depan, pemasaran akan semakin dikelola oleh sistem AI multi-agen yang terkoordinasi, mampu menciptakan konten secara real-time, melakukan segmentasi audiens, pengambilan keputusan, optimisasi, dan menghasilkan wawasan. Sistem multi-agen ini mengungguli model agen tunggal sebesar 90, 2% dalam tugas-tugas kompleks, dan 56% organisasi melaporkan peningkatan skalabilitas setelah mengadopsinya. Sekitar setengah dari perusahaan melihat AI multi-agen sebagai sumber keunggulan kompetitif, dan Gartner mencatat kenaikan 1. 445% dalam pencarian terkait antara 2024 dan 2025. Berbeda dengan kampanye episodik, sistem otonom ini beroperasi secara terus-menerus, menyesuaikan secara dinamis terhadap perilaku pelanggan dan tujuan bisnis tanpa intervensi manusia, sehingga secara efektif membuat pemasaran menjadi proses yang selalu aktif dan mampu mengoptimalkan sendiri. Tren penting lainnya adalah munculnya “Brand Twins” — agen AI yang didedikasikan dan selalu aktif mewakili merek, yang memahami secara mendalam niat dan preferensi konsumen individual. Pergeseran ini menanggapi “kolaps perhatian” di platform digital, di mana 73% konsumen hanya memindai konten dan rentang perhatian rata-rata menyusut menjadi 8, 25 detik dari 12 detik pada tahun 2000. Akibatnya, pemasaran beralih dari jangkauan luas menjadi relevansi, menekankan interaksi yang lebih sedikit namun lebih kontekstual dan terarah daripada jangkauan tinggi dan fokus pada impression. E-commerce diperkirakan akan menjadi sektor pertama yang paling cepat diubah oleh AI agensi, dengan agen AI mempengaruhi 20% transaksi pada tahun 2030. Pada 2028, diperkirakan 33% organisasi akan mengadopsi AI agensi, dan 15% dari agen AI akan mampu membuat keputusan harian secara otonom.
Ini akan membuka jalan untuk perdagangan antar-agen di mana agen AI dari kedua sisi, baik konsumen maupun merek, bernegosiasi mengenai harga, promosi, rekomendasi, dan inventaris secara real-time untuk mengoptimalkan transaksi tanpa keterlibatan manusia. Seiring agen AI semakin menyaring pilihan bagi konsumen, merek harus mampu menyentuh aspek emosional maupun logika. Laporan menyebutkan bahwa perhatian—lebih dari teknologi—akan menjadi hambatan utama pertumbuhan, dengan agen AI bertindak sebagai penjaga yang menentukan pesan mana yang sampai ke manusia. Merek yang mampu mengubah perhatian terbatas menjadi loyalitas, nilai seumur hidup, dan profitabilitas akan unggul. Peralihan ke AI otonom juga akan mengubah cara penetapan harga dan evaluasi teknologi pemasaran. Sistem teknologi pemasaran saat ini kurang efisien: 55% pemasar tidak puas dengan rasio biaya terhadap nilai; 99% tidak menggunakan alat mereka secara optimal; 40% tidak dapat mengukur ROI; dan 18% tidak melihat keuntungan yang jelas. Sensitivitas terhadap biaya meningkat dari 37% pada 2023 menjadi 61% pada 2024, dengan 47% pemimpin menyebutkan kompleksitas sistem sebagai hambatan untuk mendapatkan nilai. Sehingga, vendor diperkirakan akan beralih ke model penetapan harga berbasis hasil, di mana merek membayar untuk hasil nyata seperti konversi dan pendapatan, bukan lisensi perangkat lunak atau penggunaan. Dengan meningkatnya otomatisasi, peran Chief Marketing Officer (CMO) pun berkembang. Sekitar 65% CMO percaya bahwa AI akan mengubah secara fundamental tanggung jawab mereka dalam dua tahun ke depan, mengarahkan kepemimpinan mereka menuju pengelolaan sistem AI dan secara langsung mengendalikan hasil pertumbuhan. Wawasan ini berasal dari laporan "Netcore Agentic Predictions 2026, " yang mengeksplorasi bagaimana AI agensi sedang mengubah pemasaran, perdagangan, dan akuntabilitas organisasi saat merek bersiap untuk melangkah di luar metode kampanye tradisional.
AI Agen akan Merevolusi Pemasaran pada 2026: Wawasan dari Laporan Netcore
HONOLULU, 15 Januari 2026 /PRNewswire/ -- Olelo Intelligence, sebuah platform pelatihan penjualan berbasis AI yang dirancang untuk bengkel reparasi mobil dengan volume tinggi, hari ini mengumumkan keberhasilan penutupan putaran pendanaan malaikat sebesar 1 juta dolar.
Buletin AI Marketing, sebuah publikasi mingguan yang dibuat oleh Aleric Heck, terus menyajikan pembaruan yang menyeluruh dan wawasan mendalam tentang landasan AI yang berkembang pesat dalam dunia pemasaran.
Integrasi kecerdasan buatan (AI) ke dalam optimisasi mesin pencari (SEO) secara mendalam mengubah strategi pemasaran konten di berbagai industri.
Pusat kota di seluruh dunia semakin mengintegrasikan sistem pengawasan video berbasis kecerdasan buatan sebagai elemen penting dalam upaya keselamatan publik mereka.
Kecerdasan buatan (AI) dengan cepat merevolusi pemasaran media sosial (SMM) dengan menyediakan cara-cara inovatif bagi merek untuk terhubung dan berinteraksi lebih efektif dengan audiens mereka.
HealthTech AI, sebuah inovator terkemuka dalam teknologi medis, telah meluncurkan alat diagnostik berbasis AI yang inovatif dan revolusioner yang dirancang untuk mengubah cara diagnosis pasien dilakukan.
Industri pemasaran sedang mengalami perubahan transformasional dengan semakin banyaknya adopsi alat pembuatan video berbasis kecerdasan buatan (AI) yang merevolusi penciptaan dan penyampaian konten video yang dipersonalisasi.
Launch your AI-powered team to automate Marketing, Sales & Growth
and get clients on autopilot — from social media and search engines. No ads needed
Begin getting your first leads today