Alat AI yang digunakan dalam perawatan kesehatan mungkin dipengaruhi oleh cara orang dari berbagai gender dan ras berbicara, yang dapat menyebabkan potensi bias dan ketidakakuratan dalam skrining kesehatan mental, menurut penelitian yang dipimpin oleh ilmuwan komputer Theodora Chaspari dari CU Boulder. Penelitian tersebut menemukan bahwa variasi dalam pola bicara, seperti nada dan intonasi, dapat mempengaruhi kinerja algoritma yang menyaring kecemasan atau depresi. Jika tidak dilatih dengan data yang representatif, AI dapat memperkuat bias sosial.
Chaspari menyoroti perlunya AI untuk konsisten dalam kinerjanya bagi pasien dari kelompok demografis yang beragam dan mengatasi bias sebelum menerapkan alat-alat tersebut dalam perawatan kesehatan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menganalisis lebih banyak rekaman dari berbagai kelompok untuk mengidentifikasi dan memperbaiki bias dalam algoritma AI.
AI dalam Perawatan Kesehatan: Mengatasi Bias Gender dan Rasial dalam Skrining Kesehatan Mental
Dalam lingkungan pemasaran digital yang berkembang pesat saat ini, bisnis dan pemasar semakin memanfaatkan teknologi canggih untuk meningkatkan jangkauan dan keterlibatan mereka dengan konsumen.
Sebuah pernyataan mengejutkan tentang masa depan pekerjaan dalam laboratorium kecerdasan buatan sedang memicu perdebatan di seluruh industri teknologi.
Kantor Berita Dewan Negara baru-baru ini mengadakan konferensi pers untuk memamerkan pencapaian utama dalam pengembangan industri dan teknologi informasi hingga 2025.
Amazon baru-baru ini meluncurkan agen kecerdasan buatan (AI) inovatif yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman dan efisiensi penjual di marketplace-nya.
Kreasi konten tetap menjadi salah satu pilar utama dari optimisasi mesin pencari (SEO), sangat penting untuk menarik, melibatkan, dan mengkonversi pengunjung.
Runway, pemimpin dalam kreativitas berbasis AI, telah bekerja sama dengan perusahaan teknologi perfilman terkenal IMAX untuk menghadirkan film yang dihasilkan oleh AI di 10 kota besar di AS, menandai sebuah momen penting dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam seni kreatif.
Teknologi Deepfake, sebuah bentuk kecerdasan buatan tingkat lanjut, baru-baru ini mencapai kemajuan mengesankan dengan memungkinkan pembuatan video yang sangat realistis namun sepenuhnya palsu.
Launch your AI-powered team to automate Marketing, Sales & Growth
and get clients on autopilot — from social media and search engines. No ads needed
Begin getting your first leads today