Platform media sosial menyaksikan lonjakan signifikan dalam produksi dan berbagi video yang dihasilkan AI, didorong oleh teknologi kecerdasan buatan yang semakin mudah diakses dan canggih. Alat-alat ini memberdayakan pengguna untuk menciptakan konten video yang menarik dan personal tanpa memerlukan keahlian teknis tingkat tinggi, menandai pergeseran penting dalam lanskap digital yang membuka jalan baru untuk ekspresi kreatif dan interaksi pengguna di berbagai jejaring. Alat AI yang tersedia saat ini memungkinkan pembuatan berbagai format video, dengan klip gaya deepfake di antaranya yang paling populer. Teknologi ini menggunakan algoritma AI untuk menempatkan wajah dan suara secara realistis ke dalam footage yang sudah ada, seringkali untuk hiburan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran etika terkait izin, misinformasi, dan penyalahgunaan. Meski begitu, teknologi deepfake terus memikat pengguna dengan membuat proses pembuatan konten yang sebelumnya kompleks menjadi lebih mudah diakses. Selain deepfake, platform AI juga memungkinkan pengguna untuk membuat avatar animasi yang meniru ekspresi wajah, gerakan bibir, dan suara, menghasilkan video yang bersifat personal dan dinamis. Inovasi ini memberi manfaat bagi pembuat konten, pemasar, pendidik, dan influencer dengan menyediakan materi video yang disesuaikan untuk meningkatkan keterlibatan audiens. Fleksibilitas avatar ini mendukung berbagai aplikasi seperti layanan pelanggan virtual, ucapan selamat personal, tutorial edukatif, dan hiburan interaktif. Demokratisasi alat AI sedang mengubah ekspresi kreatif di media sosial dengan memungkinkan pengguna yang tidak memiliki kemampuan mengedit video atau peralatan profesional untuk menghasilkan konten berkualitas tinggi dengan mudah.
Hal ini menciptakan budaya digital yang lebih inklusif, di mana penceritaan kreatif dapat diakses oleh lebih banyak orang, memperkaya konten media sosial dengan format video yang unik dan inovatif yang menantang paradigma konten tradisional. Selain itu, pembuatan video berbasis AI sedang merombak strategi pemasaran untuk merek dan bisnis di media sosial. Perusahaan memanfaatkan teknologi ini untuk menyampaikan iklan dan pesan promosi yang dipersonalisasi sesuai preferensi konsumen, meningkatkan keterlibatan, meningkatkan tingkat konversi, dan memperkuat loyalitas merek. Meski antusiasme terhadap video yang dihasilkan AI tinggi, para ahli mengingatkan untuk berhati-hati karena risiko seperti misinformasi, pelecehan, dan pencurian identitas yang muncul dari pembuatan konten yang hiper-realistik. Sebagai respons, platform-platform sedang menerapkan perlindungan dan kebijakan untuk mengurangi dampak negatif sambil mendukung inovasi dan kreativitas. Institusi pendidikan dan organisasi literasi media menyoroti pentingnya kemampuan berpikir kritis dan literasi digital agar pengguna mampu memahami konten yang dihasilkan AI dan mengidentifikasi deepfake atau video manipulatif, yang sangat penting di lingkungan media sosial saat ini. Ke depan, integrasi AI dalam pembuatan video diperkirakan akan semakin mendalam, dengan kemajuan berkelanjutan yang meningkatkan kualitas, kustomisasi, dan aksesibilitasnya. Komunitas media sosial akan mengalami evolusi terus-menerus dalam penceritaan, berbagi informasi, dan interaksi pengguna. Secara ringkas, naiknya video yang dihasilkan AI di media sosial merupakan perkembangan transformatif dalam komunikasi digital dan ekspresi kreatif. Dengan menurunkan hambatan produksi video dan memungkinkan format inovatif seperti deepfake dan avatar animasi, AI sedang membentuk kembali ekosistem media sosial. Meski menawarkan peluang menarik, semua ini memerlukan penggunaan yang bertanggung jawab, pertimbangan etis, dan peningkatan literasi media secara global agar manfaatnya maksimal dan risiko potensial dapat diminimalkan.
Kebangkitan Video yang Dihasilkan oleh AI di Media Sosial: Tren, Manfaat,, dan Tantangan
Laporan tren pemasaran media sosial untuk tahun 2026 mengungkapkan kompleksitas dan fragmentasi tren saat ini, yang tidak lagi mengikuti pola linier atau prediktabel.
Bluefish AI, sebuah perusahaan teknologi pemasaran yang berbasis di New York yang mengkhususkan diri pada alat optimisasi mesin pencari (SEO) berbasis AI, telah mengamankan dana sebesar $20 juta dalam pendanaan Seri A untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan platform SEO inovatifnya.
LanguageTech AI, pemimpin dalam solusi bahasa berbasis AI, telah mengumumkan terobosan besar dalam teknologi pemrosesan bahasa.
Olelo Intelligence, sebuah startup berbasis di Honolulu yang menciptakan platform pelatihan penjualan berbasis AI khusus untuk bengkel mobil volume tinggi, telah memperoleh dana malaikat sebesar 1 juta dolar untuk meningkatkan produk mereka dan memperluas penerapannya di seluruh Amerika Utara.
Kebangkitan pekerjaan jarak jauh telah mempercepat secara besar-besaran adopsi platform konferensi video berbasis AI.
Saya baru-baru ini berbicara dengan Jesse Dwyer dari Perplexity tentang SEO dan pencarian AI, dengan fokus pada apa yang harus diprioritaskan oleh SEOs saat mengoptimalkan untuk pencarian AI.
HONOLULU, 15 Januari 2026 /PRNewswire/ -- Olelo Intelligence, sebuah platform pelatihan penjualan berbasis AI yang dirancang untuk bengkel reparasi mobil dengan volume tinggi, hari ini mengumumkan keberhasilan penutupan putaran pendanaan malaikat sebesar 1 juta dolar.
Launch your AI-powered team to automate Marketing, Sales & Growth
and get clients on autopilot — from social media and search engines. No ads needed
Begin getting your first leads today