AI Mengurangi Beban Kerja Radiolog dalam Analisis X-ray Dada: Studi
Brief news summary
Siemens Healthineers melakukan penelitian yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menilai dampaknya terhadap beban kerja radiolog di pengaturan rawat jalan. Algoritma ini diuji pada lebih dari 14.000 radiograf pasien, menunjukkan hasil yang menjanjikan. Sistem AI tersebut secara akurat mengklasifikasikan kasus 'tidak penting' dengan sensitivitas 29% dan hasil hampir 21%. Sistem ini memiliki spesifisitas hampir 99% dengan tingkat kesalahan hanya 0,3%. Temuan kritis jarang terlewatkan, hanya terjadi pada 0,06% kasus. Para peneliti menekankan bahwa meskipun sistem AI dapat membantu mengidentifikasi radiograf dada tanpa penyakit yang dapat ditindaklanjuti, tinjauan radiolog masih sangat penting. Mereka menyarankan agar hasil sistem AI digunakan untuk memprioritaskan kasus mendesak dan merampingkan alur kerja. Selain itu, kombinasi antara sistem AI ini dan sistem AI lainnya dapat meningkatkan dukungan keputusan. Para peneliti menyimpulkan dengan menyoroti pentingnya integrasi alur kerja dan kontrol kualitas yang berkelanjutan untuk kinerja sistem AI yang optimal.Sebuah studi skala besar yang diterbitkan pada 12 Juli menemukan bahwa kecerdasan buatan (AI) menjanjikan dalam mengurangi beban kerja para radiolog dalam pengaturan rawat jalan, khususnya dalam analisis X-ray dada. Studi tersebut, yang dilakukan oleh ilmuwan dari Siemens Healthineers, melibatkan pengujian algoritma pada radiograf dari lebih dari 14. 000 pasien di Zwanger-Pesiri Radiology LLP, sebuah pusat pencitraan rawat jalan di timur laut AS. Algoritma yang disebut "AI NAD Analyzer", mampu mengklasifikasikan kasus dengan benar tanpa temuan yang dapat ditindaklanjuti dengan sensitivitas 29% dan hasil hampir 21%. Spesifisitasnya, atau kemampuannya membedakan gambar dengan penyakit dari yang tidak, sekitar 99%, dengan tingkat kesalahan hanya 0, 3% kasus. Sistem AI ini tidak melewatkan temuan kritis apapun dan hanya melewatkan temuan signifikan pada 0, 06% kasus.
Para penulis studi mencatat bahwa dalam populasi rawat jalan, AI dapat mengidentifikasi 20% radiograf dada sebagai tidak mengandung penyakit yang dapat ditindaklanjuti, yang berpotensi memungkinkan protokol pembacaan yang lebih efisien, meningkatkan efisiensi dan mengurangi beban kerja harian para radiolog. Para peneliti juga menekankan pentingnya integrasi alur kerja dan berhati-hati terhadap potensi bias yang disebabkan oleh hasil AI yang salah. Mereka menyarankan agar iterasi sistem di masa depan dapat menggabungkan AI NAD Analyzer dengan sistem AI lainnya untuk menciptakan sistem pendukung keputusan yang lebih komprehensif. Untuk membaca studi lengkapnya, klik pada tautan yang disediakan.
Watch video about
AI Mengurangi Beban Kerja Radiolog dalam Analisis X-ray Dada: Studi
Try our premium solution and start getting clients — at no cost to you