Industri teknologi Silicon Valley menghadapi beberapa tantangan akhir-akhir ini. Kekhawatiran meningkat di kalangan investor bahwa keuntungan substansial yang diharapkan dari kecerdasan buatan (AI) mungkin tidak terwujud. Harga saham perusahaan Barat yang berada di garis depan revolusi AI telah turun sebesar 15% sejak mencapai puncaknya bulan lalu. Akibatnya, semakin banyak skeptisisme tentang keterbatasan model bahasa besar, seperti yang digunakan oleh layanan seperti ChatGPT.
Meskipun perusahaan teknologi besar menginvestasikan miliaran dolar dalam model AI dan membuat janji-janji besar untuk pengeluaran di masa depan, data terbaru dari Biro Sensus menunjukkan bahwa hanya 4, 8% perusahaan Amerika yang saat ini menggunakan AI untuk memproduksi barang dan jasa. Angka ini menurun dari puncak 5, 4% awal tahun ini. Namun demikian, persentase perusahaan sebanding masih berencana mengadopsi AI dalam tahun depan.
Sektor AI di Silicon Valley Menghadapi Skeptisisme Investor dan Penurunan Harga Saham
TechSmith Corporation, pemimpin terkemuka dalam komunikasi visual, telah merilis Studi Penonton Video 2024, sebuah laporan komprehensif yang meneliti keterlibatan dan preferensi penonton global terhadap video instruksional dan informatif.
Sinopsis Kecerdasan buatan (AI) sedang mengubah tim penjualan di India, memberdayakan tidak hanya eksekutif tetapi juga staf garis depan
Pada bulan Juni 2025, Meta Platforms Inc.
ByteDance merilis Seedance 2.0 kurang dari seminggu yang lalu, memicu kemarahan di kalangan artis di seluruh dunia dengan sebuah klip viral yang dihasilkan AI yang menampilkan Tom Cruise dan Brad Pitt bertarung.
Situasi ideal bagi pekerja kantor adalah cukup dengan menekan sebuah tombol pada perangkat yang dapat merekam rapat, menyalin percakapan, dan mengubahnya menjadi tugas yang dapat diambil tindakan.
Microsoft secara resmi mengintegrasikan asisten yang didukung AI, Copilot, ke dalam Microsoft Office Suite yang sangat populer, menandai kemajuan besar dalam interaksi pengguna dengan perangkat lunak produktivitas.
Seedance 2.0 adalah model canggih yang mengubah gambar menjadi video dan teks menjadi video yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi ByteDance.
Launch your AI-powered team to automate Marketing, Sales & Growth
and get clients on autopilot — from social media and search engines. No ads needed
Begin getting your first leads today