Meskipun memiliki harapan tinggi dan investasi besar, survei terbaru oleh PYMNTS Intelligence menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan besar kesulitan untuk mengimplementasikan AI dengan cara yang berarti, tertinggal dalam memanfaatkan potensinya yang transformatif. Survei dari chief operating officers dari perusahaan dengan pendapatan miliaran dolar mengungkapkan adanya ketidaksesuaian antara nilai yang dipersepsikan dari AI dan aplikasi saat ini. Banyak perusahaan menggunakan AI untuk tugas rutin seperti mengakses informasi dan chatbot layanan pelanggan, daripada untuk pengambilan keputusan strategis atau pengembangan produk inovatif. Pendekatan yang hati-hati terhadap implementasi AI mungkin disebabkan oleh kurangnya pemahaman mengenai kemampuannya.
Survei ini juga menyoroti adanya korelasi antara penggunaan AI yang strategis dan hasil keuangan yang positif, dengan perusahaan yang menggunakan AI untuk tugas yang berdampak dan strategis melaporkan pengembalian investasi yang lebih tinggi. Adopsi AI juga memengaruhi kebutuhan tenaga kerja, dengan permintaan yang lebih tinggi untuk pekerja yang memiliki keterampilan analitis meskipun kebutuhan untuk pekerja yang kurang terampil menurun. COO terutama fokus pada metrik yang berkaitan dengan efisiensi saat menilai investasi AI, dengan pengurangan biaya lebih diutamakan daripada peningkatan keuntungan. Keberhasilan di masa depan dengan AI akan membutuhkan mengatasi tantangan implementasi, memikirkan kembali manajemen tenaga kerja, dan mengambil risiko yang diperhitungkan dengan penerapan yang lebih ambisius.
Perusahaan Besar Kesulitan Mengimplementasikan AI Efektif, Survei Mengungkapkan
Mencapai kesuksesan dalam properti residensial membutuhkan perspektif luas dan gambaran besar.
EssilorLuxottica melipatgandakan lebih dari tiga kali lipat penjualan kacamata kecerdasan buatan Meta tahun lalu, seperti yang diumumkan pembuat Ray-Ban pada hari Rabu dalam hasil kuartal keempat mereka.
Kemajuan dalam kecerdasan buatan (AI) sedang mengubah teknik kompresi video, secara signifikan meningkatkan kualitas streaming sekaligus mengurangi penggunaan bandwidth secara besar-besaran.
Microsoft baru-baru ini mengeluarkan peringatan penting tentang ancaman siber baru yang menargetkan sistem kecerdasan buatan, yang disebut "Penyemprotan Rekomendasi AI".
Cognizant, sebuah perusahaan jasa profesional terkemuka, telah menjalin kemitraan dengan NVIDIA untuk mengimplementasikan platform Neuro AI canggih mereka, menandai kemajuan besar dalam mempercepat adopsi AI di seluruh perusahaan.
Ringkasan Internal WINN
Cara konten dan bisnis ditemukan secara daring sedang berkembang pesat.
Launch your AI-powered team to automate Marketing, Sales & Growth
and get clients on autopilot — from social media and search engines. No ads needed
Begin getting your first leads today