Menurut survei oleh Generation, manajer perekrutan cenderung lebih memilih pekerja muda dibandingkan yang lebih tua, meskipun melaporkan pengalaman positif dengan karyawan tua mereka. Temuan ini signifikan karena pasar kerja telah menjadi lebih menantang bagi individu paruh baya, terutama di industri seperti teknologi di mana kaum muda sangat dihargai. Survei tersebut mengungkapkan bahwa sekitar 40% pemberi kerja lebih suka mempekerjakan individu berusia 20 hingga 29 tahun, sementara hanya sepertiga yang mempertimbangkan kandidat berusia 45 hingga 54 tahun, dan hanya 13% yang bersedia mempekerjakan seseorang di atas 55 tahun. Bias usia dan ketidakmauan untuk mengakui pengalaman dan kesediaan untuk belajar adalah alasan utama mengapa 40% dari pengangguran jangka panjang di AS adalah pekerja paruh baya.
Namun, Marga Biller dari Learning Innovations Laboratory Universitas Harvard menyarankan bahwa kesediaan untuk belajar lebih penting daripada usia, dan pekerja yang lebih tua dapat mengimbangi yang lebih muda jika mereka terbuka untuk beradaptasi dengan cara-cara baru dalam melakukan sesuatu. Pemberi kerja yang mengabaikan pekerja yang lebih tua berisiko melewatkan bakat berharga, terutama dalam peran yang membutuhkan pengalaman dan keahlian dalam mengelola tim dan menetapkan arah strategis. Untuk memastikan keberhasilan, pemberi kerja harus fokus pada menarik, mengembangkan, dan mempertahankan pekerja muda dan tua, dengan mengakui nilai yang dibawa oleh setiap generasi.
Bias Usia dalam Perekrutan: Pekerja Muda Lebih Diutamakan daripada yang Lebih Tua, Temuan Survei
TechSmith Corporation, pemimpin terkemuka dalam komunikasi visual, telah merilis Studi Penonton Video 2024, sebuah laporan komprehensif yang meneliti keterlibatan dan preferensi penonton global terhadap video instruksional dan informatif.
Sinopsis Kecerdasan buatan (AI) sedang mengubah tim penjualan di India, memberdayakan tidak hanya eksekutif tetapi juga staf garis depan
Pada bulan Juni 2025, Meta Platforms Inc.
ByteDance merilis Seedance 2.0 kurang dari seminggu yang lalu, memicu kemarahan di kalangan artis di seluruh dunia dengan sebuah klip viral yang dihasilkan AI yang menampilkan Tom Cruise dan Brad Pitt bertarung.
Situasi ideal bagi pekerja kantor adalah cukup dengan menekan sebuah tombol pada perangkat yang dapat merekam rapat, menyalin percakapan, dan mengubahnya menjadi tugas yang dapat diambil tindakan.
Microsoft secara resmi mengintegrasikan asisten yang didukung AI, Copilot, ke dalam Microsoft Office Suite yang sangat populer, menandai kemajuan besar dalam interaksi pengguna dengan perangkat lunak produktivitas.
Seedance 2.0 adalah model canggih yang mengubah gambar menjadi video dan teks menjadi video yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi ByteDance.
Launch your AI-powered team to automate Marketing, Sales & Growth
and get clients on autopilot — from social media and search engines. No ads needed
Begin getting your first leads today