The Wall Street Journal baru-baru ini menerbitkan artikel tentang pengusaha yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi eksekutif yang berisiko mengembangkan demensia. Meski teknologinya mengesankan, hal ini menimbulkan kekhawatiran akan pelanggaran potensial terhadap Undang-Undang Penyandang Disabilitas Amerika (ADA). AI menganalisis pola bicara untuk memprediksi demensia di masa depan, namun salah sekitar 20% dari kasus. Menggunakan informasi ini untuk keputusan pekerjaan tanpa justifikasi hukum dapat melanggar ADA.
ADA melarang pengusaha untuk mewajibkan pemeriksaan medis sebelum membuat tawaran pekerjaan bersyarat, dan bahkan setelah membuat tawaran, informasi yang diperoleh tidak dapat digunakan untuk mendiskualifikasi individu kecuali berdampak langsung pada kinerja pekerjaan. Diskriminasi terhadap individu berdasarkan kondisi medis masa depan yang potensial juga dilarang. Namun, jika ada tanda-tanda obyektif yang mempengaruhi kinerja pekerjaan, pengusaha dapat meminta pemeriksaan medis untuk menentukan apakah akomodasi dibutuhkan. Dalam kasus seperti itu, menggunakan AI untuk diagnosis atau rekomendasi akomodasi seharusnya tidak menimbulkan masalah ADA.
AI dalam Mengidentifikasi Risiko Demensia: Implikasi Hukum dan Etika
TechSmith Corporation, pemimpin terkemuka dalam komunikasi visual, telah merilis Studi Penonton Video 2024, sebuah laporan komprehensif yang meneliti keterlibatan dan preferensi penonton global terhadap video instruksional dan informatif.
Sinopsis Kecerdasan buatan (AI) sedang mengubah tim penjualan di India, memberdayakan tidak hanya eksekutif tetapi juga staf garis depan
Pada bulan Juni 2025, Meta Platforms Inc.
ByteDance merilis Seedance 2.0 kurang dari seminggu yang lalu, memicu kemarahan di kalangan artis di seluruh dunia dengan sebuah klip viral yang dihasilkan AI yang menampilkan Tom Cruise dan Brad Pitt bertarung.
Situasi ideal bagi pekerja kantor adalah cukup dengan menekan sebuah tombol pada perangkat yang dapat merekam rapat, menyalin percakapan, dan mengubahnya menjadi tugas yang dapat diambil tindakan.
Microsoft secara resmi mengintegrasikan asisten yang didukung AI, Copilot, ke dalam Microsoft Office Suite yang sangat populer, menandai kemajuan besar dalam interaksi pengguna dengan perangkat lunak produktivitas.
Seedance 2.0 adalah model canggih yang mengubah gambar menjadi video dan teks menjadi video yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi ByteDance.
Launch your AI-powered team to automate Marketing, Sales & Growth
and get clients on autopilot — from social media and search engines. No ads needed
Begin getting your first leads today