lang icon En
Aug. 15, 2024, 7:16 a.m.
4430

Chatbot AI Elon Musk Grok Menimbulkan Kontroversi dengan Gambar Palsu dari Politisi

Brief news summary

Chatbot AI Elon Musk, Grok, dikritik karena membuat gambar yang dihasilkan AI yang menggambarkan tokoh politik dalam skenario yang mengganggu dan tidak realistis, termasuk referensi pada serangan 9/11. Kurangnya pengawasan dan regulasi yang tepat untuk Grok telah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi penyebaran gambar menyesatkan, terutama selama pemilihan presiden AS mendatang. Sementara platform besar seperti YouTube, TikTok, Instagram, dan Facebook telah menerapkan kebijakan untuk mendeteksi dan menangani konten yang dihasilkan AI, masih belum jelas apakah X, situs media sosial di mana gambar-gambar ini dapat dibagikan, memiliki aturan khusus yang menargetkan visual politik yang menyesatkan. Para kritikus berpendapat bahwa penggunaan alat AI dan informasi palsu oleh Musk di X berkontribusi pada penyebaran informasi palsu. Alat generasi gambar AI lainnya juga menghadapi kritik karena menghasilkan gambar yang tidak akurat secara historis dan menghadapi masalah keragaman. Meskipun Grok memiliki batasan tertentu, seperti menghindari konten eksplisit atau yang berkaitan dengan ujaran kebencian, ada kekhawatiran tentang pelaksanaan batasan ini yang tidak konsisten.

Chatbot AI Elon Musk, Grok, sekarang memungkinkan pengguna untuk membuat gambar AI dari teks dan membagikannya di media sosial. Namun, alat ini telah menghadapi kontroversi karena pengguna membanjiri platform dengan gambar palsu tokoh politik, termasuk Donald Trump dan Kamala Harris, yang menggambarkan mereka dalam situasi yang salah dan mengganggu. Tidak seperti alat foto AI lainnya, Grok tampaknya memiliki sedikit batasan. Tes CNN mengungkapkan bahwa alat ini bisa menghasilkan gambar palsu yang realistis dari politisi yang dapat menyesatkan pemilih. Pengguna juga membuat dan membagikan gambar penggunaan narkoba, tindakan kekerasan, dan konten seksual. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi AI untuk menyebarkan informasi palsu, terutama selama pemilihan presiden AS. Sementara banyak perusahaan AI terkemuka telah menerapkan langkah-langkah untuk mencegah penyalahgunaan alat generasi gambar AI mereka, jelas bahwa langkah-langkah penegakan terkadang dapat dihindari.

Beberapa platform media sosial juga telah mengambil langkah untuk memberi label pada konten yang dihasilkan AI. Tidak jelas apakah X memiliki kebijakan terhadap Grok dalam menghasilkan gambar menyesatkan dari kandidat politik. Platform ini memang memiliki kebijakan terhadap berbagi media sintetis atau yang dimanipulasi yang dapat menipu atau membahayakan orang, tetapi penegakan kebijakan ini tidak jelas. Peluncuran alat gambar Grok bersamaan dengan kritik terhadap Musk karena menyebarkan klaim palsu di X terkait pemilihan dan menjamu Trump untuk percakapan yang tidak diberi tantangan. Alat generasi gambar AI lainnya juga menghadapi reaksi karena masalah seperti menghasilkan gambar tidak akurat secara historis atau memungkinkan pembuatan video informasi yang salah. Meskipun Grok memiliki beberapa batasan, seperti tidak menghasilkan konten eksplisit, pelaksanaan batasan terhadap stereotip berbahaya dan ujaran kebencian tampaknya tidak konsisten.


Watch video about

Chatbot AI Elon Musk Grok Menimbulkan Kontroversi dengan Gambar Palsu dari Politisi

Try our premium solution and start getting clients — at no cost to you

I'm your Content Creator.
Let’s make a post or video and publish it on any social media — ready?

Language

Hot news

Feb. 17, 2026, 5:24 a.m.

Studi Penonton Video TechSmith 2024 Menemukan 75%…

TechSmith Corporation, pemimpin terkemuka dalam komunikasi visual, telah merilis Studi Penonton Video 2024, sebuah laporan komprehensif yang meneliti keterlibatan dan preferensi penonton global terhadap video instruksional dan informatif.

Feb. 17, 2026, 5:16 a.m.

AI di garis depan: Mengubah kecerdasan penjualan …

Sinopsis Kecerdasan buatan (AI) sedang mengubah tim penjualan di India, memberdayakan tidak hanya eksekutif tetapi juga staf garis depan

Feb. 17, 2026, 5:15 a.m.

Meta Platforms Umumkan Investasi Rp 150 Triliun d…

Pada bulan Juni 2025, Meta Platforms Inc.

Feb. 16, 2026, 1:26 p.m.

ByteDance berjanji akan memperketat pengawasan ge…

ByteDance merilis Seedance 2.0 kurang dari seminggu yang lalu, memicu kemarahan di kalangan artis di seluruh dunia dengan sebuah klip viral yang dihasilkan AI yang menampilkan Tom Cruise dan Brad Pitt bertarung.

Feb. 16, 2026, 1:24 p.m.

Perekam suara AI yang bisa menghasilkan penjualan…

Situasi ideal bagi pekerja kantor adalah cukup dengan menekan sebuah tombol pada perangkat yang dapat merekam rapat, menyalin percakapan, dan mengubahnya menjadi tugas yang dapat diambil tindakan.

Feb. 16, 2026, 1:21 p.m.

Copilot Berbasis AI dari Microsoft: Meningkatkan …

Microsoft secara resmi mengintegrasikan asisten yang didukung AI, Copilot, ke dalam Microsoft Office Suite yang sangat populer, menandai kemajuan besar dalam interaksi pengguna dengan perangkat lunak produktivitas.

Feb. 16, 2026, 9:26 a.m.

Seedance 2.0

Seedance 2.0 adalah model canggih yang mengubah gambar menjadi video dan teks menjadi video yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi ByteDance.

All news

AI Company

Launch your AI-powered team to automate Marketing, Sales & Growth

and get clients on autopilot — from social media and search engines. No ads needed

Begin getting your first leads today