Beberapa minggu yang lalu, Donald Trump menuduh Kamala Harris menggunakan AI untuk membuat gambar palsu dari kerumunan besar yang menyambutnya di bandara. Namun, Trump sendiri baru-baru ini membagikan gambar-gambar yang jelas dihasilkan oleh AI, termasuk dirinya, Elon Musk, dan Taylor Swift. Gambar-gambar ini mengkhawatirkan, karena sebagian besar pembuat gambar memiliki perlindungan untuk menghindari pembuatan konten yang melibatkan orang sungguhan. Tampaknya Trump berusaha untuk lucu daripada menyajikan gambar-gambar tersebut sebagai kenyataan. Sepertinya seseorang dari tim kampanyenya telah belajar menggunakan pembuat gambar AI dan sering menggunakannya. Meskipun gambar-gambar yang dihasilkan oleh AI ini bukan humor tingkat tinggi, mereka berfungsi sebagai konten murah untuk menjaga keterlibatan pendukungnya.
Trump juga mencampurkan gambar-gambar AI dengan yang asli untuk memberikan kredibilitas atau meningkatkan efek komedi mereka. Postingan-postingan ini bertujuan menjaga aliran konten ke saluran media sosial pendukungnya tetap lancar. Penggunaan konten yang dihasilkan AI oleh Trump sejalan dengan strategi menciptakan narasi yang selaras dengan citra yang diinginkannya dan beresonansi dengan pendukungnya, terlepas dari kebenarannya. Trump memprioritaskan versinya tentang kebenaran di atas kenyataan objektif. Dalam dunianya, AI hanyalah alat lain untuk membentuk pesannya, meskipun dia mungkin kesulitan memahami atau menerima lelucon yang dibuat dengan mengorbankannya.
Penggunaan Gambar yang Dihasilkan AI oleh Donald Trump dalam Strategi Media Sosial
TechSmith Corporation, pemimpin terkemuka dalam komunikasi visual, telah merilis Studi Penonton Video 2024, sebuah laporan komprehensif yang meneliti keterlibatan dan preferensi penonton global terhadap video instruksional dan informatif.
Sinopsis Kecerdasan buatan (AI) sedang mengubah tim penjualan di India, memberdayakan tidak hanya eksekutif tetapi juga staf garis depan
Pada bulan Juni 2025, Meta Platforms Inc.
ByteDance merilis Seedance 2.0 kurang dari seminggu yang lalu, memicu kemarahan di kalangan artis di seluruh dunia dengan sebuah klip viral yang dihasilkan AI yang menampilkan Tom Cruise dan Brad Pitt bertarung.
Situasi ideal bagi pekerja kantor adalah cukup dengan menekan sebuah tombol pada perangkat yang dapat merekam rapat, menyalin percakapan, dan mengubahnya menjadi tugas yang dapat diambil tindakan.
Microsoft secara resmi mengintegrasikan asisten yang didukung AI, Copilot, ke dalam Microsoft Office Suite yang sangat populer, menandai kemajuan besar dalam interaksi pengguna dengan perangkat lunak produktivitas.
Seedance 2.0 adalah model canggih yang mengubah gambar menjadi video dan teks menjadi video yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi ByteDance.
Launch your AI-powered team to automate Marketing, Sales & Growth
and get clients on autopilot — from social media and search engines. No ads needed
Begin getting your first leads today