Video kucing yang dihasilkan oleh AI, terutama yang menampilkan kucing jahe gemuk bernama Chubby, telah mendapatkan jutaan penonton dan pengikut yang setia. Video-video ini mengaburkan garis antara spam dan seni, menimbulkan pertanyaan tentang apa yang sebenarnya diinginkan oleh internet. Kisah Chubby, yang dibagikan di platform seperti TikTok dan YouTube Shorts, sering menggambarkan dia dalam situasi yang sedih atau aneh, menarik hati para penonton. Meskipun video kucing AI ini tidak biasa dan kontroversial, mereka menjadi sangat populer, menampilkan persimpangan antara seni dan teknologi di internet. Kucing selalu memiliki tempat khusus dalam budaya digital, dan dengan kemajuan teknologi AI, pecinta hewan peliharaan telah mulai menghasilkan gambar kucing menggunakan algoritma AI. Pembuat menggunakan alat AI untuk meremix konten yang ada dan memanfaatkan popularitas konten yang dihasilkan AI di platform media sosial.
Namun, kemunculan konten yang dihasilkan AI juga menyebabkan peningkatan konten spam berkualitas rendah yang dapat dimonetisasi melalui platform media sosial. Meski begitu, video kucing yang dihasilkan AI masih berhasil menghasilkan respons emosional yang tulus dari penonton. Kontras antara video yang jelas dihasilkan oleh AI dan reaksi emosional yang mereka provokasi adalah apa yang menarik banyak orang. Beberapa penonton menemukan kenyamanan dalam video-video ini yang menguras emosi, sementara yang lain mengkritik konten AI karena pengaruhnya pada internet. Meskipun begitu, video kucing yang dihasilkan AI terus memikat penonton dan menimbulkan pertanyaan tentang masa depan internet.
Video Kucing yang Dihasilkan AI dari Chubby: Sensasi Viral atau Spam Digital?
TechSmith Corporation, pemimpin terkemuka dalam komunikasi visual, telah merilis Studi Penonton Video 2024, sebuah laporan komprehensif yang meneliti keterlibatan dan preferensi penonton global terhadap video instruksional dan informatif.
Sinopsis Kecerdasan buatan (AI) sedang mengubah tim penjualan di India, memberdayakan tidak hanya eksekutif tetapi juga staf garis depan
Pada bulan Juni 2025, Meta Platforms Inc.
ByteDance merilis Seedance 2.0 kurang dari seminggu yang lalu, memicu kemarahan di kalangan artis di seluruh dunia dengan sebuah klip viral yang dihasilkan AI yang menampilkan Tom Cruise dan Brad Pitt bertarung.
Situasi ideal bagi pekerja kantor adalah cukup dengan menekan sebuah tombol pada perangkat yang dapat merekam rapat, menyalin percakapan, dan mengubahnya menjadi tugas yang dapat diambil tindakan.
Microsoft secara resmi mengintegrasikan asisten yang didukung AI, Copilot, ke dalam Microsoft Office Suite yang sangat populer, menandai kemajuan besar dalam interaksi pengguna dengan perangkat lunak produktivitas.
Seedance 2.0 adalah model canggih yang mengubah gambar menjadi video dan teks menjadi video yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi ByteDance.
Launch your AI-powered team to automate Marketing, Sales & Growth
and get clients on autopilot — from social media and search engines. No ads needed
Begin getting your first leads today