Seedance 2. 0 adalah model canggih yang mengubah gambar menjadi video dan teks menjadi video yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi ByteDance. Diluncurkan secara resmi pada Februari 2026, model revolusioner ini menandai kemajuan besar dalam kecerdasan buatan dan teknologi pembuatan video. Seedance 2. 0 memungkinkan pengguna mengubah gambar statis atau input tekstual menjadi konten video yang dinamis, mendukung berbagai penggunaan termasuk hiburan, seni kreatif, pemasaran, dan pembuatan konten edukasi. Meskipun sukses secara teknologi, Seedance 2. 0 telah menjadi bahan kontroversi sejak peluncurannya. Beberapa organisasi Hollywood dan perwakilan industri mengkritik model ini karena diduga melanggar hak cipta. Tuduhan utama adalah bahwa Seedance 2. 0 menggunakan bahan-bahan berhak cipta dari sektor hiburan Amerika Serikat tanpa izin resmi. Kritikus berpendapat bahwa pelatihan model ini kemungkinan melibatkan konten video yang dilindungi dan kekayaan intelektual, sehingga menimbulkan kekhawatiran etis dan hukum terkait teknologi seperti ini. Kontroversi ini memicu diskusi lebih luas tentang tanggung jawab pengembang AI untuk menghormati hak kekayaan intelektual selama proses pembuatan dan penerapan model generatif berskala besar. Menanggapi tuduhan tersebut, ByteDance mengeluarkan pernyataan resmi yang mengulang komitmennya dalam melindungi hak kekayaan intelektual. Perusahaan menegaskan bahwa mereka serius menanggapi masalah ini dan sedang aktif menangani kekhawatiran yang disampaikan oleh para pemangku kepentingan industri.
ByteDance mengungkapkan bahwa mereka sedang mengadopsi langkah-langkah pengamanan tambahan untuk mencegah penggunaan bahan berhak cipta tanpa izin dalam model AI mereka. Langkah-langkah tersebut meliputi peningkatan proses pengumpulan data, penguatan sistem penyaringan konten, dan bekerja sama dengan pemilik hak untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan hukum. Perdebatan tentang Seedance 2. 0 menyoroti tantangan yang lebih luas yang dihadapi sektor AI saat berintegrasi dengan penciptaan konten tradisional dan hukum kekayaan intelektual. Meski model AI generatif menawarkan potensi inovasi besar, mereka juga menimbulkan pertanyaan kompleks mengenai kepemilikan, kreativitas, dan pengelolaan konten digital. Kasus Seedance 2. 0 menjadi contoh penting akan perlunya praktik pengembangan AI yang transparan dan bertanggung jawab. Seiring perkembangan teknologi, para ahli dan pembuat kebijakan semakin mendesak adanya pedoman yang lebih jelas dan kerangka regulasi yang mampu menyeimbangkan inovasi dengan perlindungan hak cipta kreator. Diskusi yang berlangsung saat ini fokus pada perjanjian lisensi yang efektif, standar atribusi, dan solusi teknologi yang melindungi pencipta asli sekaligus mendorong penggunaan alat kreatif berbasis AI. Inisiatif ByteDance untuk meningkatkan standar etika dan kepatuhan dalam pengembangan Seedance 2. 0 mencerminkan pengakuan yang lebih luas dalam industri teknologi akan pentingnya menyelaraskan kemampuan AI canggih dengan norma hukum dan etika. Kemajuan perusahaan dalam bidang ini diperkirakan akan mempengaruhi pengembangan model AI di masa depan serta kebijakan global yang mengatur penggunaannya. Pada akhirnya, Seedance 2. 0 berdiri sebagai tonggak dalam produksi video berbasis AI, menunjukkan kemungkinan yang terletak di persimpangan kecerdasan buatan dan media. Tantangan awal yang dihadapi menekankan pentingnya dialog kolaboratif di antara inovator teknologi, pencipta konten, pakar hukum, dan regulator agar kreativitas berbasis AI dapat berkembang secara bertanggung jawab dan inovatif.
Seedance 2.0 oleh ByteDance: Penjelasan tentang Generasi Video AI dan Kontroversi Hak Cipta
Divisi Watson Health dari IBM telah membentuk kemitraan strategis dengan BioTech Innovations, sebuah perusahaan bioteknologi terkemuka, untuk merevolusi penemuan obat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) canggih.
Edge Marketing mengumumkan pengangkatan Luke Gosha, ahli AI dan SEO pemenang penghargaan yang diakui secara internasional, sebagai Kepala Strategi Search & AI yang baru.
Selama bertahun-tahun, teknologi penjualan dibangun atas dasar anggapan bahwa lebih cepat adalah lebih baik—jawaban yang lebih cepat, tindak lanjut yang lebih cepat, dan penutupan yang lebih segera.
Kecerdasan buatan dengan cepat merevolusi berbagai industri, termasuk pemasaran, menghadirkan peluang menarik sekaligus tantangan besar bagi para pemasar yang berupaya tetap kompetitif.
Tim pemasaran sedang mendefinisikan kembali peran AI dalam alur kerja performa, kreativitas, dan periklanan — dan pembaruan minggu ini menyoroti luasnya transformasi ini: mulai dari model AI baru dan standar keterampilan perusahaan hingga eksperimen merek dan inovasi perangkat lunak yang mengubah keterlibatan audiens dan skala operasional.
Laporan komprehensif terbaru menyoroti keuntungan signifikan yang ditawarkan oleh kecerdasan buatan (AI) kepada tim penjualan di berbagai industri.
ByteDance, perusahaan teknologi berbasis di Beijing yang menjadi pengembang aplikasi media sosial populer TikTok, baru-baru ini meluncurkan generator video AI bernama Seedance 2.0, yang tersedia secara eksklusif di China.
Launch your AI-powered team to automate Marketing, Sales & Growth
and get clients on autopilot — from social media and search engines. No ads needed
Begin getting your first leads today