Penelitian terbaru dari Washington State University mengungkapkan bahwa menyebut 'kecerdasan buatan' (AI) dalam deskripsi produk sebenarnya dapat membuatnya kurang menarik bagi konsumen. Survei yang dilakukan dengan 1. 000 peserta menunjukkan bahwa produk yang secara eksplisit dipasarkan sebagai menggunakan AI umumnya kurang populer. Efek negatif ini terutama signifikan untuk produk dan layanan berisiko tinggi, seperti yang terkait dengan kesehatan dan keuangan. Hal ini memprihatinkan, mengingat banyak perusahaan yang berinvestasi pada AI untuk produk-produk canggih di industri ini.
Keamanan dan keandalan sangat penting di sektor ini, dan konsumen mungkin merasa bahwa AI mengurangi kepercayaan. Peneliti menyarankan untuk fokus pada manfaat yang dibawa oleh AI tanpa secara eksplisit menyorotinya sebagai alasan di balik manfaat tersebut. Edukasi tentang kemampuan AI juga dapat membantu mengurangi beberapa ketakutan yang terkait dengan teknologi ini. Pada akhirnya, konsumen perlu merasa yakin dalam pembelian mereka, dan pemasar harus mempertimbangkan dengan hati-hati bagaimana mereka menyajikan AI atau menemukan cara untuk meningkatkan kepercayaan emosional.
Studi Menemukan Penyebutan AI dalam Deskripsi Produk Mengurangi Daya Tarik Konsumen
Dalam lingkungan pemasaran digital yang berkembang pesat saat ini, bisnis dan pemasar semakin memanfaatkan teknologi canggih untuk meningkatkan jangkauan dan keterlibatan mereka dengan konsumen.
Sebuah pernyataan mengejutkan tentang masa depan pekerjaan dalam laboratorium kecerdasan buatan sedang memicu perdebatan di seluruh industri teknologi.
Kantor Berita Dewan Negara baru-baru ini mengadakan konferensi pers untuk memamerkan pencapaian utama dalam pengembangan industri dan teknologi informasi hingga 2025.
Amazon baru-baru ini meluncurkan agen kecerdasan buatan (AI) inovatif yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman dan efisiensi penjual di marketplace-nya.
Kreasi konten tetap menjadi salah satu pilar utama dari optimisasi mesin pencari (SEO), sangat penting untuk menarik, melibatkan, dan mengkonversi pengunjung.
Runway, pemimpin dalam kreativitas berbasis AI, telah bekerja sama dengan perusahaan teknologi perfilman terkenal IMAX untuk menghadirkan film yang dihasilkan oleh AI di 10 kota besar di AS, menandai sebuah momen penting dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam seni kreatif.
Teknologi Deepfake, sebuah bentuk kecerdasan buatan tingkat lanjut, baru-baru ini mencapai kemajuan mengesankan dengan memungkinkan pembuatan video yang sangat realistis namun sepenuhnya palsu.
Launch your AI-powered team to automate Marketing, Sales & Growth
and get clients on autopilot — from social media and search engines. No ads needed
Begin getting your first leads today